Kegiatan Tatap Muka SD dan SMP di Kab. Kepl. Talaud akan Kembali di Buka

Jumat, 21 Agustus 2020 Bupati Kepl. Talaud dr. Elly Engelbert Lasut, ME didampingi Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga mensosialisasikan pedoman penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di sekolah Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 dalam tatanan new normal di Kab. Kepl. Talaud

Kegiatan yg dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati Talaud tersebut turut dihadiri oleh Sekda Ir. Adolf S. Binilang, ME, Assisten Tata Pemerintahan dan Kesra Daud Malensang,S.Sos, M.Si, Pejabat Tinggi Pratama, Tim Ahli SKPD, para Camat, Lurah, Kades, Kepala Sekolah SD, SMP, Kepala Puskesmas se Kab.Kepl. Talaud

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan laporan oleh Kadis Dikpora Drs. A. Taarega

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa saat ini kita telah berada di era new normal dimana kita bekerja secara biasa tetapi masih dalam situasi ancaman covid 19 sehingga protokol kesehatan tetap dilaksanakan.
Ketika ada yg mengalami gejalah terinfeksi dengan virus Corona agar tidak bergabung dalam komunitas orang banyak.
Berdasarkan evaluasi bahwa kabupaten Talaud masuk dalam kategori zona kuning, sehingga untuk provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Talaud merupakan salah satu kabupaten kota yang diizinkan untuk melakukan proses belajar mengajar atau tatap muka.
Sedangkan sesuai dengan evaluasi Dinas Kesehatan di Kab. Talaud ada 18 orang yang terinveksi virus corona dan semuanya dinyatakan sembuh.

Bupati juga mengingatkan ketika akan memasuki situasi dimana sekolah akan dibuka mulai tanggal 31 Agustus 2020 pihak sekolah harus dapat melakukan protokol kesehatan.
Pemerintah akan menyiapkan 2 buah masker untuk tiap murid/siswa dan Guru wajib memastikan bahwa masker yg dipakai oleh siswa masih dalam keadaan higienis, sedangkan untuk tiap guru mendapatkan 4 buah masker.
Para Camat dan Kepala desa dihimbau pula untuk mengawasi serta dapat memastikan agar protokol kesehatan dilaksanakan di tiap sekolah. Kepala sekolah bekerja sama dengan komite sekolah membentuk satgas dan wajib setiap hari bertugas sebagai satgas covid 19.

Ketika kita telah berada di era new normal maka tentu kita tidak dapat menghindari interaksi.
Sehingga kedepan dalam pengelolaan pemerintahan dan keuangan semua akan berbasis internet, untuk itu perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang mampu bertanggung jawab dan memiliki pengetahuan IT. Pemerintah daerah berharap agar setiap desa dapat mengikutkan 2 orang anak lulusan SMU melanjutkan pendidikan di STIK CCT Rajawali beo dengan kualifikasi lulusan S1 dan nantinya dibiayai dengan anggaran dana desa sehingga kedepan boleh dijadikan tenaga operator di desa. Bantuan hanya sampai 4 tahun tiap anak dan wajib memiliki perjanjian untuk menyelesaikan studi, jika tidak selesai konsekuensinya adalah wajib mengembalikan dana yang telah digunakan.

Wakil Bupati menambahkan :
Dalam mempersiapkan sumber daya manusia di desa maka kades bersama tokoh masyarakat agar bersama sama membicarakan tentang anak yg nantinya akan mengikuti pendidikan di STIK CCT Beo
– Kades dlm pelaksanaan tugas harus berdasarkan aturan sehingga tidak berdampak pada proses hukum
– Kepala sekolah agar dapat bekerja dengan baik sehingga dapat menghasilkan anak didik yang unggul

Acara dilanjutkan dengan Penjelasan Anjab bagi ASN dari bagian organisasi dan tata laksana setda Kab. Kepl. Talaud.

 

HUMAS TALAUD

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *