Bupati Talaud Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan RPJMD 2025-2029

Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 di Aula Bapelitbang, Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan, sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud untuk mewujudkan visi “Kabupaten Kepulauan Talaud yang Bermartabat, Religius, Maju, dan Sejahtera.”
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Kabupaten Kepulauan Talaud.
Dalam laporannya, Kepala Bapelitbang menjelaskan bahwa RPJMD 2025-2029 disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, dengan mempertimbangkan capaian pembangunan periode 2020-2024. Meski terdampak pandemi Covid-19, Talaud mencatat kemajuan signifikan, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 0,43% (2020) menjadi 4,79% (2024) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 69,4 (2020) menjadi 72,83 (2024), masuk kategori IPM tinggi secara nasional. Tingkat kemiskinan juga turun menjadi 8,17%, dengan pengangguran terbuka terjaga di 3,06%.
Dalam sambutannya, Bupati Welly Titah menegaskan bahwa penyusunan RPJMD merupakan amanat konstitusi berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, serta Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024. “RPJMD bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk membuat lompatan besar menuju masa depan Talaud yang bermartabat,” ujarnya. Ia memaparkan lima misi utama, yaitu peningkatan kualitas SDM berbasis agama dan budaya, tata kelola pemerintahan yang transparan, pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal, penguatan infrastruktur, serta kehidupan sosial yang harmonis.
Bupati juga menggaris bawahi potensi Talaud di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata bahari, sekaligus tantangan konektivitas antar pulau sebagai daerah kepulauan terdepan. Untuk itu, RPJMD akan fokus pada peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik, ekonomi inklusif, infrastruktur, serta ketahanan sosial dan lingkungan.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memberikan masukan konstruktif agar RPJMD bersifat partisipatif dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, yang hadir secara virtual, mengapresiasi langkah Talaud dalam menyelenggarakan forum ini. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan dari pusat hingga daerah sesuai amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 dan UU Nomor 23 Tahun 2014, serta perlunya dukungan bukti yang lengkap dalam setiap tahapan penyusunan demi memenuhi standar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui NCSP.
Hadir dalam acara ini Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, pejabat tinggi pratama, anggota DPRD, tenaga ahli penyusunan RPJMD Dr. Fiko Onga, S.IP, M.Si

(Staf Khusus Gubernur) dan Heber Pasiak, S.Pi, Staf Khusus Bupati serta perwakilan instansi vertikal dan BUMN. Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan berita acara.

Bupati menutup sambutannya dengan optimisme, mengajak semua pihak bersatu mewujudkan Talaud yang bermartabat, religius, maju, dan sejahtera. “Dari pulau-pulau terdepan, kita tulis kisah sukses pembangunan. Dari perbatasan, kita jaga martabat negeri,” tegasnya. Forum ini resmi dibuka dengan doa, menandai langkah awal penyusunan RPJMD yang diharapkan menjadi warisan berharga bagi masa depan Talaud.