Operasi Pengawasan Bersama Wilayah Perbatasan Kepulauan Talaud

Melonguane-Talaud, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan melalui unit pelaksana teknis stasiun KIPM Tahuna wilayah kerja Melonguane kabupaten kepulauan Talaud dengan wilayah perbatasan langsung dengan Philipina, melakukan Operasi Bersama  dengan  Instansi terkait untuk menjaga keamanan  wilayah perbatasan karena terdapat beberapa potensi kejahatan  berupa : Ilegal Fishing dan penyeludupan. (11/04)

Kegiatan operasi bersama beberapa instansi terknis terkait yaitu : Badan Karanitna Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Stasiun KIPM Tahuna, Lanal Melonguane, PSDKP WILKER Kab, Kepulauan Talaud, Satauan Polisi Perairan dan Udara Polres Kepulauan Talaud, Kantor UPP Kelas 3 Melonguane, Dinas Perikanan Daerah Kab. Kepl. Talaud, Badan Perbatasan Kab. Kepulauan Talaud dan Kantor Bea dan Cukai Manado

Wilayah kepulauan talaud merupakan  salah satu daerah yang terletak di wilayah perbatasan  negara  Republik Indonesia merupakan warisan  yang tak ternilai harganya dan apabila dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional menuju terwujudnya bangsa yang maju,. Kondisi tersebut  berpotensi  memunculkan berbagai permasalahan nasional, salah satunya adalah gerbang  masuknya ancaman atau gangguan stabilitas keamanan yang berasal  dari luar negeri.

Kegiatan Operasi bersama menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Karakelang 11.8.30  dengan komandan Kapiten Laut Idul Fahirun, S.H. dengan tujuan   melakukan pengawasan bersama mengamankan wilayah  perbatasan kabupaten Talaud dengan Philipina  dari bentuk tindak kejahatan, sedangkan sasaran yang hendak dicapai yaitu : masyarakat yang melakukan aktivitas Ilegal di wilayah  perbatasan kabupaten kepuluan talaud.

Menurut  bapak Ir. Teguh Samudro, MP selaku kepala badan karantina ikan dan pengendalian Mutu dan keamanan hasil perikanan, Kementrian kelautan dan perikanan  “ bahwa  banyak hal yang di sampaikan Bupati Kepulauan Talaud oleh pemerintah daerah untuk mewujudkan  kawasan Ekonomi Khusus perbatasan  karena sekarang daerah perbatasan akan menjadi daerah pertumbuhan  ekonomi baru , dan hal yang perlu dipersiapkan dengan baik adalah  konektivitas  Sumber daya manusia dan Sarana  prasarana.  Letak geografis Talaud  96 persen wilayah Talaud adalah lautan sebagai wilayah maritim, tentu potensi perikanan sangat luar biasa dan komoditi  Ungulan Talaud adalah  Ikan layang ,Ikan tuna, Cakalang , Tongkol, Marlin, Tuna beku, Tuna loin, Sirip hiu, Kurisi  dan Lobster

Harapan  kedepan oleh pemerintah Talaud bisa melakukan ekspor langsung  ke Jepang dan harus persiapkan   4 (Empat) hal  yaitu :  kualitas produk, kontinitas  jumlah  volume ikan terjaga, harga  sesuai kualitas, berkelanjutan

Hasil tangkapan Nelayan  Talaud  dari beberapa wilayah daerah Talaud katakanlah termasuk dalam Great C  dan agar lebih diperhatikan.  Untuk ekspor harus masuk dalam Great A makanya perlu banyak sentuhan dan perbaikan agar supaya bisa bernilai ekspor,  terutama kita harus menjaga rantai dingin  dengan cara ikan ditangkap dengan kapal atau perahu langsung diletakkan dengan ES / palka kapal yang memiliki mesin pendingan agar kualitas ikan bisa terjaga dan bisa masuk kualitas ekspor.”  Demikian disampaikan Ir. Teguh Samudro, MP.

Output yang diharapkan dari kegiatan operasi bersama adalah tidak terjadinya kegiatan Ilegal fishing  dan Penyeludupan Komoditi Perikanan di wilayah perbatasan. Serta lalu lintas komoditi perikanan keluar dan masuknya suatu wilayah daerah harus dilengkapi dengan dokumen yang  disyaratkan sesuai aturan perundang-undangan.